Tangkap dan Proses Pelaku Pungli Prona Wilayah Kabupaten OKU

OKU25 Dilihat

Baturaja Sum-Sel, Garuda OKU Raya _ Pembagian Sertifikat tanah gratis melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Atau (PTSL) merupakan Program Terobosan Pemerintah. Sejak awal dicanangkan program sertifikat program nasional agraria (PRONA) di Bawah Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini tidak dipungut biaya alias gratis. Masyarakat bisa mendapatkan sertifikat tanah mereka dengan mengurus sejumlah dokumen melalui kantor Kelurahan Atau Desa setempat.

Namun sayangnya program gratis untuk masyarakat kurang mampu justru diciderai dengan ulah oknum-oknum yang nakal yang cuma mencari keuntungan pribadi maupun kelompok dengan menggunakan kesempatan saat program prona mulai dilaksanakan. Seperti yang terjadi di Desa Batu Winangun Batu Marta Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten OKU, adanya Oknum aparat kantor desa melakukan pungli inisial Ar. Diduga meminta sejumlah uang dari warga yang ingin membuat sertifikat Prona.

Sumber informasi (inisial dirahasiakan) mengaku dirinya dipungut biaya Rp.1.000.000 untuk pembuatan dan pengambilan sertifikat prona. Sumber menambahkan bahwa ada puluhan warga lainnya yang juga dipungut biaya Rp.1.000.000 Hingga Rp. 1.500.000. Padahal mereka mengetahui program tersebut gratis namun karena hanya rakyat kecil sehingga tak mampu berbuat apa-apa dan terpaksa mengikuti keinginan dari oknum aparat desa tersebut.

Lanjut Sumber “Kami minta kepada Penegak Hukum untuk segera melakukan penindakan terhadap saudara Ar bila perlu segera tangkap dan proses agar hal serupa memberi efek jera dan contoh dan tidak lagi terjadi di desa lain khususnya kabupaten OKU”.

Saat dikonfirmasi melalui via phone, oknum aparat desa inisial Ar tersebut membantah adanya pungutan liar yang dilakukannya melainkan hasil kesepakatan bersama warga, “kami sudah melakukan kesepakatan dan tidak diwajibkan bagi yang berkeberatan, program prona ini masyarakat yang ikut 200 orang lebih dan belum ada yang selesai sertifikatnya”, Ucap Ar.