


Baturaja, garudaokuraya.com = Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Indonesia Berdaya (LSM RIB) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah. Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LSM RIB OKU Leonardo, yang menilai bahwa sejak dilantik secara definitif pada 20 Februari 2025, Teddy justru jarang berada di OKU, lebih sering melakukan perjalanan dinas dan kunjungan ke luar kota, diikuti beberapa Kepala Dinas / OPD yang ikut-ikutan sibuk dinas luar.
Leonardo menyampaikan bahwa masyarakat OKU belum merasakan dampak nyata dari kepemimpinan Teddy Meilwansyah. Ia menilai aktivitas bupati yang lebih banyak di luar daerah tidak memberikan hasil yang konkret bagi kemajuan OKU dan ini banyak menghabiskan anggaran dengan sia-sia.
“Sejak resmi dilantik, kami justru melihat Bupati Teddy lebih sering berada di luar kota dari pada di tengah-tengah masyarakat OKU, Padahal banyak persoalan daerah yang perlu segera ditangani secara langsung,” tegas Leonardo.
Menurutnya, ketidak hadiran bupati secara fisik dan strategis di OKU berdampak pada lambannya pengambilan keputusan penting di lingkup pemerintahan daerah. kebijakan dan program yang seharusnya menjadi prioritas tampak berjalan di tempat tanpa arah yang jelas.
Kritik LSM RIB tidak berhenti sampai di situ. Leonardo juga menyoroti kondisi pasca-operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terjadi pada Sabtu, 15 Maret 2025. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten OKU, Novriansyah, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi proyek infrastruktur.
“Setelah OTT KPK itu, roda pembangunan di OKU praktis stagnan atau tidak ada kemajuan. Proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan, jembatan, fisik dan infrastruktur lainnya tidak lagi berjalan maksimal. Ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan koordinasi dari bupati sebagai kepala daerah,” tegas Leonardo.
LSM RIB meminta Bupati Teddy segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh kepala dinas, terutama di sektor-sektor vital dan prioritas. Leonardo menilai bahwa pemulihan kepercayaan publik hanya bisa terjadi jika kepala daerah menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan dan pelayanan publik.
“Kami tidak ingin OKU terus terpuruk karena lemahnya kepemimpinan. Bupati harus turun tangan langsung, hadir di tengah masyarakat, dan segera mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki kondisi pemerintahan dan pembangunan jangan cuma ber slogan SAYANGI OKU saja,” tegasnya.
Leonardo juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengkritisi jalannya pemerintahan di Kabupaten OKU. Ia berharap masyarakat juga turut aktif menyuarakan aspirasinya agar daerah ini tidak terus tertinggal dibanding kabupaten lain di Sumatera Selatan.
Dengan situasi ini, LSM RIB mendesak Bupati Teddy Meilwansyah untuk menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin daerah yang bertanggung jawab dan bukan hanya simbolis. “Jangan habiskan waktu di luar daerah tanpa membawa hasil bagi OKU. Masyarakat butuh pemimpin yang hadir, bekerja, dan membawa perubahan,” tutup Leonardo. (ADV..)
