Usaha Ilegal Bebas Beroperasi, Diduga Belum mengantongi Izin Wisata Telaga Arum Sudah Menerima Pengunjung dan Memungut Biaya Masuk

OKU84 Dilihat

Baturaja Sum – Sel Garuda OKU Raya, kebebasan dalam berbuat atau membuat suatu usaha, bangunan, dan wisata itu memang tidak dibatasi bagi invidu kelompok atau perusahaan, tetapi secara pemerintahan tentunya wajib mengikuti administrasi dan aturan – aturan yang berlaku. Adanya oknum – oknum masyarakat yang nakal yang belum mengantongi izin sudah mendirikan bangun ruko atau membuka tempat usaha serta wisata semaunya.

Hasil Tim GOR dan KO yang mendatangi Wisata Telaga Arum guna mempertanyakan kelayakan ataupun izin mereka beroperasi buka dan menerima pengunjung berwisata. Petrus Andriono selaku Ketua Pengelolah Wisata Telaga Arum Tegal Arum Baturaja Timur menjelaskan bahwasanya Wisata Telaga Arum Hak milik Yayasan Katolik Tegal Arum, “izin lagi diurus tetapi berkas pengajuan belum kami ajukan, Pak Topan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKU sudah sering kesini dan ngobrol dengan kami, silah – silahkan saja wisata ini dibuka dan menerima pengunjung nanti izinnya diurusi, Pak Topan juga sudah menyuruh kami kekantor untuk ngasih petunjuk membuat izin, kata Topan dengan Kami”, tegas Petrus Andirono. Kalau mau ketemu atau konfirmasi dengan Romo Christianto ketua Paroki Katolik Tegal Arum, saat ini beliau lagi istirahat atau tidur dilain waktu bisa ketemu, tambah Petrus.

Menurut Ketua AWAM OKU Udin.H WS di Kabupaten OKU mengatakan “Enak benar kawin duluan baru nikah kalau begitu hamil duluan dong baru menikah, begitu juga Wisata Telaga Arum yang sudah beroperasi seharusnya membuat izin dulu baru berjalan dan menerima pengunjung yang datang, belum lagi keamanan dan kenyaman pengunjung ditempat wisata telaga arum saya lihat tidak terjamin dimana banyak jurang, jalan tanah yang licin dan berbahaya bagi pengunjung terlebih banyak anak – anak berwisata, walaupun dipasang bambu sebagai keamanan dipasang dipinggir bibir kolam sangat mengkhawatirkan bagi pengunjung khususnya anak – anak”. dan lebih parah lagi menurut beliau, protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik, hanya ada pamflet wajib pakai masker tetapi pengunjung masih banyak yang tidak memakai masker.

Saat diwawancarai salah satu pengunjung yang isial tidak mau disebut mengatakan tiket masuk wisata sebesar Rp.5000,- untuk satu orang dewasa sedang tiket untuk anak – anak Rp.2.500,- / orang. dan yang ingin berwisata naik perahu di wisata tegal arum dipungut biaya Rp 2.000,-/orang dan itu dibenarkan oleh ketua pengelolah Petrus. ( Nopran.J Toni.K Nazar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *