KAMMI Orasi Protes Oknum Gembok Pagar Kantor DPRD, Angota DPRD OKU Tuding Aksi Damai Atas Perintah Pihak Tertentu

OKU48 Dilihat

Baturaja Sum-Sel, Garudaokuraya.com _ Lagi dan lagi aksi oknum gembok gapura pagar kantor sekretarian dewan DPRD OKU yang lalu jadi berkepanjangan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi orasi dihalaman kantor DPRD OKU protes tindakan arogan atau semena-mena oknum anggota dewan dengan menggembok gapura pagar DPRD OKU, memindahkan barang Inventaris kantor keluar dari Gedung kantor DPRD OKU dan Usir staf pegawai Sekretariat Dewan pindah kantor, Jum’at 6 Juli 2023.

Aksi orasi yang disambut oleh beberapa anggota dewan, bahkan saat orasi berlangsung sempat terjadi kisruh saling tuding dan membela diri pihak masing-masing antara anggota dewan yang menyambut aksi dengan elemen masyarakat, media, LSM, dan aktivis yang hadir menyaksikan aksi mahasiswa tersebut.

Bahkan Aksi orasi bersitegang tak terelakan akibat sikap arogan oknum anggota DPRD OKU yang marah bahkan menantang masyarakat yang sedang menyaksikan jalannya aksi damai para mahasiswa itu. Oknum anggota dewan ini menuding aksi damai itu atas perintah pihak-pihak tertentu atau ada yang menungganginya.

“Kau Bowo, Robet dan Mimin jangan masuk kedalam, kalian ini lah yang buat gaduh dan sering koment memojokkan anggota dewan, mana masa aksi cuma segelintir seperti ini, mewakili rakyat mana kalian? Kami ini yang wakil rakyat,” Ketus perwakilan anggota DPRD OKU.

“Kami ini wakil rakyat tugas kami menampung aspirasi masyarakat di OKU ini, Badan Ekskutif dan Legislatif yang bertanggung jawab atas masalah seperti ini, Wajib belajar untuk anak-anak itu tanggung jawab negara, tidak boleh ada anak di Indonesia ini yang tidak sekolah, seharusnya ini tugas komisi I mengurus permasalahan seperti ini, kami yang menengahi malah kami di fitnah, di bully ada kepentingan pribadi,ini namanya menzholimi, kami disini berdiri sebagai wakil rakyat jangan difitnah dan dipelintir sedemikian rupa, disaat masyarakat mengadukan permasalahan anak mereka tidak diterima disekolah tempat mendaftar, malah ada aksi demo yang sengaja dikirim dikondisikan, jelas diduga ditunggangi bisa juga ini unsur politik”,ucap salah satu anggota dewan.

Keributan nyaris berakhir dengan baku hantam ini dilerai oleh aparat kepolisian. “Kenapa kalian (Masyarakat) ada disini, kalian yang menyuruh mereka demo, kami ini selalu dibully, ini sudah menzdolimi, lihat ada 100 lebih orang tua siswa yang kami panggil karena anaknya tidak lulus PPDB sekolah,” ujarnya.

Hal itupun mendapat jawaban keras dari masyarakat yang berada menyaksikan aksi orasi mahasiswa di kantor DPRD OKU, menurut mereka tidak ada larangan untuk berada di gedung DPRD OKU. “Apa hak anda melarang kami disini (DPRD OKU) ini gedung rakyat bukan milik pribadi atau hak kalian,” ketus Mimin.

Pernyataan Mimin tersebut mendapat dukungan element masyarakat yang hadir, ramai-ramai mereka mengecam pernyataan anggota dewan melarang masyarakat menyaksikan aksi damai tersebut.

“Kalian anggota dewan jangan arogan, ini rumah rakyat, bukan rumah kalian pribadi”. timpal Win salah satu masyarakat yang ada di lokasi

Rizky Anifah koordinator Aksi membantah jika aksi tersebut merupakan suruhan atau ditunggangi dan mengandung unsur politik, menurutnya mereka menyampaikan aspirasi guna memprotes tindakan oknum anggota dewan yang arogan dengan semena-mena menggembok pintu gapura pagar DPRD OKU disaat jam kerja serta adanya barang inventaris kantor yang dikeluarkan berpindah tempat ke Kantor Pemkab OKU termasuk foto bupati OKU yang diturunkan oleh oknum anggota DPRD OKU.

“Kami disini hanya ingin menyampaikan hal tersebut, kenapa mesti digembok, ini gedung rakyat bahkan barang-barang inventaris kantor juga dikeluarkan dipindahkan tempatnya, ada apa dengan dewan terhormat DPRD OKU ini”.imbuhnya

Perdebatan berlangsung alot dan tegang itu akhirnya reda setelah anggota DPRD OKU mengajak masuk masa Aksi kedalam gedung DPRD OKU.

Adapun Dalih kedatangan para orang tua siswa ke kantor DPRD OKU berdiri berbaris ditangga dibelakang anggota dewan tidak lain adalah mengadu, meminta bantuan kepada anggota DPRD OKU untuk mencari solusi agar anak mereka dapat diterima masuk sekolah dan mempertanyakan mengapa sampai anak mereka tidak diterima masuk di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten OKU ini, khususnya SMP N 1 OKU.

“Lucu, Aneh sudah tidak sepantasnya apa yang diperbuat oleh anggota dewan itu, tidak perlu menggembok gapura pagar kantor DPRD OKU dan membuat staf pegawai sehingga tidak bisa bekerja, apa lagi ikut mencampuri urusan penerimaan siswa baru disekolah, seakan mereka yang sengaja menunggangi dan sudah ada settingan atas gerakan orang tua siswa yang tidak diterima anaknya sekolah, ditambah dengan tindakan arogan sekali main gembok tutup kantor, usir staf dan pegawai kantor DPRD OKU bekerja ngantor diPemkab OKU serta menurunkan photo, memindahkan meja kursi dan papan nama kePemkab OKU, ini sudah tidak etis lagi sebagai wakil rakyat dan dewan terhormat tindakan itu memalukan sekali, prihal tersebut bisa jadi masuk kategori perusuh dan kriminal yang artinya tindakkan seperti itu sudah melanggar hukum, Siapa coba yang mengerahkan orang tua siswa bisa hadir hari ini disini, dimana bertepatan Saat Aksi damai mahasiswa atas nama KAMMI menggelar Orasi, Ini Sepertinya sudah terkordinir terorganisir, sampai sekarang dimana oknum yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, koq malah tidak jentelman mengakui kalau dia atau mereka yang memerintahkan gembok gapura pagar kantor DPRD OKU dan Usir staf pegawai pindah tempat kerja ditambah itu kelengkapan meja kursi yang diangkut ke Pemda “. Ucap masyarakat yang tidak mau menyebut identitasnya.

Selanjutnya Anggota dewan DPRD OKU yaitu Ledy Fatra, Sahrudin, Sahril Elmi, Yopi dan Erlan mengawal dan mendampingi orang tua siswa menuju SMPN.1 OKU akan tetapi pihak sekolah tidak ada dikarenakan masih dalam suasana hari libur sekolah, kemudian bergerak kerumah kabupaten untuk menemui Pj. Bupati OKU akan tetapi Pj. Bupati sedang tidak berada ditempat masih dalam perjalanan pulang dari dinas luar.

Para orang tua siswa dan anggota dewan bersih keras masuk akan tetapi setelah diberi penjelasan dari pihak keamanan Sat. Pol.PP yang berjaga, akhirnya mereka pulang menuju kantor DPRD OKU sembari berkata akan datang lagi bila Pj. Bupati sudah tiba. Sampai dengan hari gelap dan berita ini terbit pertemuan itu pun tidak terjadi, dimana Pj. Bupati OKU sudah ada ditempat didampingi pihak sekolah dan Dinas Pendidikan OKU tetapi anggota DPRD dan para orang tua siswa yang tidak diterima justru tidak datang lagi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *